Daftar buku dari Kebumen Medianet

  1. Memakai dBase V for Windows, Lan Chandre (1 buah)

  2. Pengantar Komunikasi Data, Lukas Tanutama (1 buah)

  3. Komunikasi dan Jaringan Kerja, Phil Croucher (1 buah)

  4. Photo Shop 3.0:, Peter Fink (1 buah)

  5. Nerware Novell pada Jaringan IBM PC, Herwinsyah Rusianto (1 buah)

  6. Jaringan PC dengan biaya murah (Low Cost PC Nerworking), Mike James (1 buah)

  7. Eksposisi dan Deskripsi, Dr. Gorys Keraf (1 buah)

  8. Memakai secara mahir Ami Pro, Benyamin Arma (1 buah)

  9. Turbo basic dan Aplikasi sinyal, Ir. Yap Wie (1 buah)

  10. Pascai, Ir. Harianto Kristianto (1 buah)

  11. Panduan Membeli PC, Harard Babiel Rainer Babiel (1 buah)

  12. Ready Link, Compax (1 buah)

  13. Clipper 5, Tjendry Herianto (1 buah)

  14. Teach Yourself 05/2 Warp, Carol Thomas (1 buah)

  15. Dbase for Windows, Ventana Press (1 buah)

  16. Net Ware, USA (1 buah)

  17. Edisi kedua dBase III Plus, George Tsu-der Chou (1 buah)

  18. User’s Guide to 05/2 Warp, IMB (1 buah)

  19. Quartto Pro, Borland (1 buah)

  20. Soal Jawaban Statistik, Drs. Machin Toha, Drs. Sosialita Boedianto (1 buah)

  21. Teknik Kecerdasan Buatan (Artificial Intellegence) (1 buah)

  22. Mengenal Local Area Network (LAN), Lukas Tanutama dan Hosea Tanatama (1 buah)

  23. Kumpulan Instruksi Microsoft DOS 5.0, Ian Chandra (1 buah)

  24. Menyusun Program dengan dBase, Andi Offset Yogyakarta (1 buah)

  25. Panduan Lengkap Lotus 1-2-3-, Winanrdi Sutantyo (1 buah)

  26. Panduan Praktis Berilustrasi dBase, Russell. A Stuitz (1 buah)

  27. Grafik dan Suara, William Barden Jr (1 buah)

  28. Pengantar Pemrograman Graphis dengan Turbo Pascal Versi 5.0, Rudi Sujianto (1 buah)

  29. Pemrograman dBase Plus, Winardi Sutantyo dan Markus Robijanto Kusuma (1 buah)

  30. Panduan Lengkap menggunakan Word for Windows Versi 2.0, Adi Kusrianto (1 buah)

  31. Manajemen Data Base dengan SQL, Martinus Jako Sutanto (1 buah)

  32. Fox Base, Harianto K. Pangestu EN (1 buah)

  33. Panduan Lengkap Quattro 3.0, Winardi Sutantyo (1 buah)

  34. Panduan Lengkap dan Aplikasi Word Star 5.5, Winardi Sutantyo (1 buah)

  35. Sistem Informasi Manajemen, Gordon B. Bavis (1 buah)

  36. Merangkai Makro Lotus 1-2-3-, Ir. Zinsari (1 buah)

  37. Cara Mudah Belajar, Rijanto Tosin (1 buah)

  38. Komputer Musik Lagu Anak-anak, Rijanto Tosin dan Eko (1 buah)

  39. Jaringan PC IMB Edisi ke dua, Michael Durr (1 buah)

  40. Movell Nerware untuk Local Area Network, Abdul Rahman Bahry (1 buah)

  41. Kursus Kilat 24 jurus dBase 5.0 for Windows, Jela (1 buah)

  42. Seindah dan Semudah Newsmaster II, TH. Adi Supratman (1 buah)

  43. Aneka Marco Lotus 1-2-3-, Z. Iwan Suryadi (1 buah)

  44. Penggunaan PC Tools Deluxe : PC Shell, Jogiyanto H.M (1 buah)

  45. Aljabar Kalkulus dan Analitik Geometri, M. Isnaini M.Sc (1 buah)

  46. Manajemen Sumberdaya Manusia, Drs. Moh. Agus Tulus (1 buah)

  47. Aneka Program Bantu IMB PC, Husni Susanto (1 buah)

  48. Kamus Istilah Skripsi dan Tesis, Drs. komarudin (1 buah)

  49. Pancasila Yuridis Kenegaraan, Noor Ms Bakry (1 buah)

  50. Show Derectory, Napindo (1 buah)

  51. Berfikir Kreatif dan Brainsttorming, J.G Rawlinson (1 buah)

  52. Buku latihan Lotus 1-2-3- versi 2.2, Surya Adipradhana (1 buah)

  53. Belajar Word Perfect Dalam Sehari versi 5.0 dan 5.1, Indra Utama Felicia case (1 buah)

  54. Bahasa Komputer Basic Elementer, D. Suryadi H.S – Agus .S (1 buah)

  55. Pancasila Yuridis Kenegaraan, Drs. Kaelan (1 buah)

  56. Sistem Informasi untuk Pengambilan Keputusan, Dr. S. P. Siagin (1 buah)

  57. Komposisi, Dr. Gorys Keraf (1 buah)

  58. Chiwriter, Lim Ming Hoey (1 buah)

  59. Database, Ir. Harianto Kristiyanto (1 buah)

  60. dBase IV Sistem Menu Lengkap, Krieger, Zander dan Partner GmbH (1 buah)

  61. Diksi dan Gaya Bahasa, Gorys Keraf (1 buah)

  62. Belajar Novell Netware Software, Roy B. Brubaker Jr (1 buah)

  63. Pemrograman Database Ca Clipper 5.2, M. Agus J. Alam (1 buah)

  64. Kiat Mendapatkan Pekerjaan Dalam Lingkup Mikro Komputasi, Jhon F. Charles (1 buah)

  65. dBase versi 5.0 for Windows (1 buah)

  66. Teknik Wawancara, Bratara (1 buah)

  67. Bimbingan menulis Skripsi- Thesis, Prof. Drs. Sutrisno Hadi M.A Borland (1 buah)

  68. Ami Pro versi 3.0, Ian Chandra K (1 buah)

  69. Quartto Pro 4.0, Viencentia Dwiyanti Peorwatmo Lim Ming Hoey (1 buah)

  70. Pengenalan Unix dan Utilitas, Abdul Kadir (1 buah)

  71. Program Komputer Bahasa, Jogiyannto H.M (1 buah)

  72. User’s Guide, Seiko Epson (1 buah)

  73. Pemrograman database dengan dBase 5.0 for Windows, Tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) LPK Wahan Semarang (1 buah)

  74. Kamus Istilah Komputer, Drs. Bob Widyahartono (1 buah)

  75. Novell Netware Software versi 2.x/3.x, Timothy Mc. Donnald (1 buah)

  76. Peta Bandung (1 buah)

  77. Trubus, Buoming Sansevierial (1 buah)

  78. Matematika 1 untuk SMK “Kelompok Teknologi” (1 buah)

  79. Tips dan Trik Windows NT 4.0] (1 buah)

  80. Mj Magz Edisi V th VI (2 buah)

  81. Mj Magz Edisi IX th V (4 buah)

  82. Mj Magz Edisi X th VI (4 buah)

  83. Mj Magz Edisi IV th VI (2 buah)

  84. Mj Magz Edisi II th V (1 buah)

  85. Mj Magz Edisi VIII th VI (1 buah)

  86. Mj Magz Edisi VII th VI (2 buah)

  87. Mj Magz Edisi II th VI (3 buah)

  88. Mj Magz Edisi I th VI (10 buah)

  89. Mj Magz Edisi XI th VI (1 buah)

  90. Mj Magz Edisi XII th V (9 buah)

  91. Mj Magz Edisi III thVI (5 buah)

  92. Mj Magz Edisi XI th V (5 buah)

  93. Mj Magz Edisi VIII thV (1 buah)

  94. Mj Magz Edisi IX th VI (1 buah)

  95. Mj Magz Edisi V th V (1 buah)

  96. Mj Magz Edisi VIII th IV (2 buah)

  97. Mj Magz Edisi X th IV (3 buah)

  98. Mj Magz Edisi VII th IV (5 buah)

  99. Mj Magz Edisi III th IV (3 buah)

  100. Mj Magz Edisi IX th IV (2 buah)

  101. Mj Magz Edisi VI th IV (4 buah)

  102. Mj Magz Edisi XII th III (2 buah)

  103. Mj Magz Edisi VIII th IV (1 buah)

Assalamu alaikum wr.wb

Desaku Gandu
aku di lahirkandi gandu dan di besarkan di gandu juga.
aku senang hidup di desa,udaranya Sejuk dan tidak berpolusi,hobiku bernyanyi di desaku,banyak anak-anak bermain kelereng loh!
kalau bahasa gandunya kelereng adalah dir,dulu aku belum pernah tau yang namanya dir tapi karena udah tau bedanya,jadi aku tau!.
dulu aku juga pernah di bawa ke jogja oleh orang tuaku,karena orang tuaku kerja di sana. Tapi,lama-lama aku jadi ga betah di sana,soalnya,hawanya panas banget………..!,Jadi aku kembali lagi ke Desa,karena ga betah di jogja. aku juga udah kangen banget sama teman-temanku di desa.
temanku di gandu baik-baik semua,ga ada yang nakal-nakal,orang-orang di gandu juga ramah-ramah. Oya! Teman-teman di gandu di sini juga ada kerajinan dari bambu yang namanya lambar nah lambar nantinya akan jadi tudung/topi untuk kesawah. Oya……..! padi-padi di gandu sudah mulai menguning loh! Sekarang orang-orang di gandu sekarang pada sibuk ada yang jemur padi dan ada yang panen pokoknya ramai sekali di jalan Sampai trek trek dan mobil harus berjalan pelan-pelan karena biar tidak menginjak padi.
makannya kalo pergi dan pulang sekolah aku jadi takut bila berpapasan dengan truk dan mobil,jadi terpaksa aku menginjak padi-padi itu yang sedang di jemur. Saya minta maaf ya,karena saya takut tertabrak truk dan mobil terpaksa saya menginjak padi-padi itu.
Selain itu ada juga yang bekerja membuat lambar dan berdagang.
aku ingin bercita-cita menjadi guru karena guru bisa mendidik murid-muridnya biar menjadi pandai dan masyarakat menjadi makmur.
aku ingin desaku ini menjadi makmur dan maju amin ya robal ngalamin!

wassalamu alaikum wr.wb

oleh
Aliana Fatha Nabila
Kelas III
umur 9 th

Assalamu alaikum

Sungai Desaku

Namaku : Asri yatun nayah. Aku lahir di desa TANJungSari Gandu Rt 01/Rw 04.
Aku senang senang sekali tinggal didesa  Tanjung sari,karena ada sungai,sawah,dan pepohonan yang banyak sekali.
Sungai di desaku sangat bersih dan tidak ada sampah.
Inilah yang membuat aku jadi betah tinggal didesa Tanjung sari.

Pengarang
Asri yatun nayah

Assalamu alaikum

Assalamu alaikum wr.wb

# Dukuh Gandu yang kucinta #

Namaku sangadi,Aku lahir di Gandu,Rt 01 Rw 04. Walaupun keadaan Dukuh Gandu kehidupannya sederhana,tapi saya Bangga tinggal di Dukuh Gandu,karena,di dalamnya berisikan bermacam-macam kegiatan non Formal,contohnya:TPQ,TPQ sangat membantu bagi kami semua.karena di TPQ di ajarkan bermacam-macam pendidikan Agama antara lain:membaca Al-quran,menulis Ayat-ayat Al-quran dan menghaFalkan do¨a-do¨a.
Ini semua berkat berkat kegigihan dan keikhlasan hati mba-mba dan mas-mas yang telah membina kami ke jalan yang benar

majulah terus Gandu,semoga Alloh meridhoinya. Amiiiiiiiiiiiiiiin.

Wassalamu alaikum wr.wb

PENGARANG
SANGADI

Lingkungan Dukuh Gandu

Dukuh Gandu merupakan dukuh yang beRsih
kaRena banyak pemuda yang rajin dalam membersihkan lingkungan.Seperti remaja gandu yang setiap 1 bulan members:kan jalan-jalan dan mushola.
Dukuh gandu merupakan jelekny karena banyak pemuda yang nongkrong di pinnggir jalan dan malas bekerja karena dia tidak mau berpikir panjang dan maunya berFoya-Foya.
Marilah kita membersihkan kampung supaya lingkungannya bersih dan sehat

Lengkap
kukuh hardianto
Panggilan
CIU

Desa Gandu

Dulu aku dilahirkan di gandu.aku di besarkan oleh ayahnya dan ibu digandu.aku sangat sayang desa gandu karna dia adalah desaku begitu juga dengan orang-orang di gandu dia baik,lucu dan ramah-ramah.saya senang dengan kegiatan di gandu karena banyak kegiatan yang menyenangkan contohnya :TPQ,lomba,dan lain-lain. Kegiatan itu aku jadi semangat dalam belajar.dan semoga aku menjadi anak yang pintar dan saleh
AMIN!!!!!!!
dan saya berharap kegiatan ini tidak musnah sampai akhir zaman.

Septi
Karang mangu Rt 1/Rw 4
Gandu

Desaku Gandu

assalamu alaikum warohmtulloh
Desaku tempat aku di lahirkan
Tempat ayah,ibu,dan kakak
Desaku tak pernah ku lupakan
Dikelilingi sawah yang membentang luas sungai mengalir dengan jernih mengalir di antara bebatuan
apabila panen sudah tiba kami senang
Desaku yang permai
Desaku yang selalu kurindukan aku selalu senang tinggal di desa gandu.

Wangalaikum salam warohmatulloh

Pengarang
Ahmad najmudin

Assalamu alaikum wr.wb

DESAKU TEMPAT TINGGALKU

Nama saya Ali,saya terlahir di keluarga yang harmonis,saya berasal dari tujuh bersaudara,saya anak paling bungsu,saya tinggal di Desa Tanjungsari,tepatnya di Dukuh Gandu.

Saya senang tinggal di Desa Tanjungsari selain tanahnya subur,warganya juga ramahtamah. Warga Desa Tanjungsari sebagian besar merupakan peani sawah selain warganya bekerja sebagai petani,juga sebagai penghasil kerajinan tangan,yaitu berupa tudung. Tudung,di buat dari bambu tali.

Bambu tali sebelum di buat menjadi tudung melalui beberapa proses :
yang pertama,dukuh gandu membuat lambar,yang ke dua,dukuh mentasari membuat kopyah,dan yang terakhir,dukuh kepadon merangkai menjadi tudung. Jadi masing-masing dukuh mempunyai keterikatan satu sama lain,itulah yang membuat desa Tanjungsari aman dan nyaman.

Oleh karena itu marilah kita bersama-sama bersemangat untuk memajukan desa ini,dan mengembangkan kerajinan tangan yang sudah ada.
Hidup………hidup……..hidup……..!!!!!!
Desaku tercintaku

wassalamu alaikum wr.wb

PENGARANG :Akhamad Ali ma¨sum

TANJUNGSARI
GANDU

Sewaktu aku berumur 5 tahun aku duduk di kelas 1MIN Tanjung sari. Aku teringat ketika aku berada di Desa Tanjungsari Dukuh Gandu yang sangat indah,bersih,dan rapi. Di Desa ini aku bermain bersama temanku pada waktu itu aku bermain sunda manda di halaman rumahnya Paman Ngasifudin. Begitu selesai aku sangat senang karenanya aku menang.
Sewaktu akku berumur 9 tahun aku duduk di kelas 4<empat>. Waktu itu aku akan khataman bersama teman dan juga kakak perempuanku,aku khataman di musholla Al-Mu¨min. Begitu juga di adakan lomba. Lombanya bermacam-macam yaitu Adzan,Baca Al-quran,kelereng,pecah air,voly,dan juga balap karung. Pada saat itu aku mengikuti lomba membaca Al-quran hatiku merasa takut kalah,tapi aku tidak putus asa. Pada waktu itu aku mengikuti lomba kelereng pertama aku menang sedangkan yang ke dua aku kalah
Pada waktu kakakku akan mengikuti khataman di Musola Al-Huda. Di situ juga mengadakan lomba yaitu Fhasion show. Banyak yang mengikuti lomba banyak,tapi aku tidak ikut.
Berapa lama kakak-kakak Remaja Islam Gandu mengadakan berbagai lomba yaitu balap gapyak,egrang,kerajinan,pidato,bahasa jawa,melawak,adzan,dan membaca Al-quran. Pada saat itu aku ingin mengikuti lomba egrang dan membaca Al-quran,tetapi aku nggak berani karena aku mental krupuk bukan mental besi,Jadi aku tidak ikut aku cuma nonton saja.
Pada Tahun ini bulan ini di Musola AL HUDA mengadakan lomba lagi di antaranya Baca Al-quran,menggambar,menulis,pidato bahasa indonesia,melawak,sholawat,dan juga Fasion show. Aku mengikuti lombanya tapi nggak banyak cuma 5 yaitu menulis,menggambar,baca Al-quran,Fasion show dan melawak.

PENGARANG
NAMA: SITI KHANIFAH
TEMA:LINGKUNGAM
GANDU

#ALAM DESAKU#

Di desa tanjungsari aku tinggal bersama kedua orang tuaku desaku tampak bersih,rapi,indah,dan hawanyapun sejuk hal ini di sebabkan oleh kebiasaan masyarakatnya yang selalu membersihkan lingkungan.di desa tanjungsari suasanya begitu terasa setiap pagi petani pergi menuju sawah.

PENGARANG
IBNU RIZALUDIN
RIZAL

Desaku
aku tinggal di tanjungsari,aku tinggal bersama kedua orang tuaku,kakak dan adikku Ulfi. Suasana desaku tentram dan damai, Sawah terbentang luas,sungai mengalir jernih,semua tumbuhan tumbuh dengan subur,Penduduk suka bergotong royong dan ramah,Desaku amatlah makmur,hasil pertanian melimpah,semua itu,karena penduduk bekerja keras dan karunia tuhan.aku sangat bersukur tinggal di desa Tanjungsari,mempunyai keluarga dan tetangga yang hidup rukun dan saling menghormati.

Pengarang : Fahrul Fajar

Jasa Seorang Petani

Pada hari yang cerah,walapun terlalu pagi mereka bangun dan menyiapkan diri untuk berangkat ke sawah. Demi kehidupan keluarga dan mencari nafkah untuk biaya sekolqah anaknya petanipun rela membanting gelasuntuk keluarganya demi sesuap nasi.
Bila tidak ada petani maka kita makan apa? Adanya petani kami dapat makan nasi yang baik dan adanya petani kami dapat hidup yang baik,kami bangga pada petani. Walau tak berapa upah yang di dapatnya demi diri sendiri,anak dan istrinya  walau berangkat sangat pagi pulang pun malam walaupun begitu merekapun tetap semangat dan tidak putus asa dalam bekerja anak dan istrimu bangga padamu.

Karya
atika zulfi

Kisah anak Kampung (Gandu)
Gandu adalah sebuah desa yang masyarakatnya hidup sqling tolong menolong,saling menghormati,dan menghargai perhatikan cerita di bawah ini:
Pada zaman dahulu pada tahun 80 an,ada seorang anak remaja UM. Namanya di lahirkan dalam keluarga yang kurang mampu. Bercita-cita tinggi dan berwawasan luas. Dia dari 14 saudara . Dengan mengandalkan izin orang tuanya,ia meninggalkan kampung halamannya. Dia mengembara ke jawi wetan pada hari rabu 17 oktober tahun 79 ia mengembara dengan bekal cengir.
Dan dia naik kereta api dengan cepat lajunya kerta di stasiun wali kukun (magetan)di situ ia turun. Dan makan bekal yang ada.kemana aku harus pergi?Dan mana arah tujuanku?.Rangkasnya. Blambangan apa singasari. Dengan menghisap rokok teki,lalu ia memutuskan singasari,tapi dengan siapa? Dan siapa yang ku tuju?lalu ingat ada tujuan pasti ada jalan. Ringkasannya sampailah ia di daerah singasari.
Setibanya di daerah singasari ia lola lolo ta ada teman ta ada saudara.berjalan beberapa hari,pada sore hari UM sedang merenung tiba-tiba di kesatkan teman UM.Dari kampung anak bangsawan CH namanya Datangdengan mengucapkan  assalamu UM,menjawab dan terkejat. Juga bertanya H.kenapa kau kemari? Kau kan Mahasiswa AIN suka di JOGJa kenapa kesini? Jawab CH Ringkas aku kan temanmu sudah lama tak bertemu Jadi kangen sama kamu makannya aku datang kesini ,dan omong-omong,aku ngarap sripsi tapi,ada masalah.kamu bisakan bantu aku? Karena UM anaknya cuek lalu ngengir penuh arti
OK!!!!! anak kampung mesek hati calan sarjana cukup sekian cerita dari saya

Karya
LINa AHNas

nama:    Lia nikmatul maulana
kelas:    V
alamat: Tanjungsari

Asalmula Desa Gandu Tanjungsari

Dahulu kala datanglah seseorang dia bernama zuhrowardi dia berasal dari yogyakarta dan dia adalah pendatang di desa ini dan menyebar luaskan agama islam. Di suatu hari dia menamakan Desa ini Dukuh Gandu. Dan Desa ini di bagi menjadi empat bagian yang pertama Rt 1 Dukuh karang mangu yang ke dua Rt 2 maaf saya kurang tahu dukuhnya tetapi banyak orang yang menamainya dengan ikarda. Yang ketiga Rt 3 Dukuh jomblang aDapun yang ke empat yaitu Dukuh Tileng dan tidak lama kemudian bapak  zuhrowardi meninggal dan banyak orang yang sedih atas meninggalnya bapak zuhrowardi tetapi bapak zuhrowardi sudah meninggal agama islam tetap berkembang di Desa Gandu. Sediki-sedikit Desa Gandu menjadi bertambah subur dan makmur. Hingga sekarang ini

Karangan
Putri Sichatin

Tingkatkan Kebersihan Lingkungan

Desaku yang penuh dengan harapan. Aku tinggal di desa gandu,yang terletak di tengah-tengah sawah. Sawah yang di penuhi oleh tumbuhan padi yang subur. Yang membuat orang terpesona mekihatnya. Berbagai jenis mata pencaharian,ada di desaku antara lain: bertani,berdagang,perajin,buruh,dan masih banyak yang lainnya. Namun karena faktor sulitnya mencari uang di desaku,banyak orang-orang pergi merantau. Bahkan hingga ke negara tetangga mereka jalani. Desa Tanjungsari lambar.Itu adalah salah satu sebutan bagi desaku. Karena hampir semua ibu-ibu di desaku membuat lambar.Dari  orang yang biasa-biasa saja sampai istri-istri pegawaipun ikut-ikutan. Jadi jangan heran kalau bambu begitu berharga bagi mereka semua. Meski dengan hasil yang tidak terlalu banyak tapi cukup lumayan.

Kebersihan lingkungan di desaku belum sepenuhnya bersih. Yang jadi masalah adalah sampah-sampah yang di buang ke sungai. Hingga menjadikan sungai terlihat begito kotor,dan tidak enak di pandang mata. Akibat dari buang sampah sembarangan,bisa mengakibatkan kebanjiran melanda desa. Apalagi di saat musim hujan tiba,jalan-jalan becek. Yang paling parah di bagian pelosok jalan menjadi becek,licin,menjadikan orang malas menginjaknya. Oleh karena itu mari bersama,kita tingkatkan kebersihan lingkungan,supa menjadi bersih,indah,dan enak di pandang mata. Di desa Gandu ini memang sudah beberapa jalan yang di buat setapak,namun belum selesai sepenuhnya .mungkin karena kurangnya biaya.

Walau bagaimanapun,menurutku desa Gandu ini sudah mulai maju,biar bagai manapun para remaja/pemuda-pemuda bergabung dan membentuk anggota yang di sebut RISGAN (Remaja Islam Gandu).Para Bapak-bapakpun mendirikan anggota yasinan.Para Ibu-ibu pun tak mau kalah mereka berkumpul menjadi Ibu-ibu Muslimat. Anak-anak kecilpun punya kegiatan sendiri-sendiri,tiap sore mereka belajar TPQ. Aku yakin di masa yang akan datang pasti desaku akan bertambah maju.Maka dari itu kita semangat untuk maju,dan Tingkatkan kebersihan lingkungan.

Sekian dari saya bila ada perkataan atau tanda baca yang salah saya mohon maaf sebesar besarnya.

Aris Rahmawati

Assalamu alaikum wr.wb

Perkenalkanlah nama saya adalah ikhwanudin saya berasal dari desa Tanjungsari gandu Rt 01 Rw 04. Di desa saya itu sangatlah indah tidak seperti di kota. Di tempat saya itu banyak pohon sehingga terasa sejuk. Yang paling banyak adl pohon kelapa Di desaku juga sawahnya sangat luas.sekarang sedang musim panen.Hal yang rutin di lakukan adl yasinan setiap malam jumat itu bagi orang laki-laki.sedangkan bagi orang perempuan itu setiap hari sabtu sore.

Di desa saya pernah terjadi kecelakaan yang tidak bisa saya lupakan itu terjadi saat magrib.waktu itu mobil benar yang sedang membawa tarub macetx di tengah-tengah jalan dan di kegelapan.Tiba-tiba ada orang yang menaiki motor dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba orang itu nabrak mobilnya banar. Dan orang itu terpental ke selokan. Lalu dia berteriak minta tolong (tidak terlalu keras). Sesaat di tempat itu langsung ramai. Setelah di angkat dari selokan ternyata kakinya hampir patah.lalu seseorang memanggil orang yang punya mobil dan minta tolong untuk di bawa ke rumah sakit. Tapi orang itu tidak pingsan,sehingga dia berkata,¨saya orang petanahan. Tolong bawa saya ke rumah sakit.¨,setelah sampai rumah sakit,orang itu langsung di operasi. Rumahnya di dekat rumah salio dan sekarang orangnya sudah sembuh.

Demikianlah cerpen ini saya tulis. Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Pesan: Janganlah bepergian di waktu magrib karena itu berbahaya.

Nama Terang
IKHWANUDIN
Rt 01

DESAKU YANG MULAI
MAJU

Sebuah desa yang di kelilingi sawah dan terlihat begitu mungil bila di lihat dari kejauhan. Ya,inilah Gandu namanya. Di desaku ini terdapat berbagaimacam mata pencaharian penduduk. Separti bertani,berdagang,buruh atau mungkin pengrajin lambar.Desa Gandu ini memang terkenal sebagai daerah penghasil lambar. Jadi jangan heran bila bambu jadi rebutan dan di nomor satukan,karena hampir semua ibu-ibu penduduk daerah gandu menjadi perajin lambar meski dengan hasil yang sedikit.tapi cukup lumayan untuk membantu meringnkan kebutuhan keluarga dalam sehari-hari. Di desaku ini rasa-rasanya agak sulit untuk usaha mencari uang Kadang banyak orang bingung mau kerja apa?oleh karena itu,banyak orang-orang mengadu nasib entah kemana. Ada yang keluar daerah/desa,luar pulau bahkan ke negri sebrang mereka jalani. Meski harus gunung-gunung yang mereka lewati,meski lautan yang mereka sebrangi,itu tak jadi masalah bagi kita semua yang mereka pikirkan hanyalah bagaimana caranya membahagiakan keluarga mereka,mencukupi kebutuhan keluarga mereka dengan cara yang halal dan meraih kesuksesan.

Keadaan lingkungan desaku ini belum sepenuhnya bersih. Apalagi di kala musim hujan tiba. Jalan-jalan di pelosok-pelosok desa becek,sungai yang airnya mengalir deras di penuhi dengan sampah. Kadang bila hujan tak kunjung henti,ada beberapa daerah di desaku terlanda banjir,meski tidak begitu parahatau mungkin sudah biasa.tapi tetap saja bisa menjadi orang ngenes. Banyaknya berbagai jenis sampah,itu di akibatkan oleh penduduk.  Penduduk yang sembarangan membuang sampah ke sungai,tanpa memikir akibatnya nanti. Memang di desaku ada beberapa jalan yang sudah di buat setpak,namun tidak sepenuhny selesai. Mungkin faktor ketidak adaan biaya yang menjadi kendala. Musim hujan ini memang ada keuntungan dan kerugiannya bagi kita semua.Namun kita harus tetap dan selalu mensyukuri apa yang alloh beikan kepada kita. Karena coba bila tidak ada hujan kita tau kan apa yang akan terjadi.

Sedang bila musim kemarau tiba orang-orang menjadi ceria karena jalan-jalan kini menjadi kering dan tak becek lagi. Namun bila melihat ke sungai telah surut,sungai di penuhi berbagai jenis sampah baik sampah basah maupun kering,sampah bau maupun tidak bau. Dan ada juga kotoran-kotoran hewan maupun kotoran orang. Ya,maklumsaja bagi mereka-mereka yang belum punya tempat pembuangan kotoran. Ya mereka harus bagai mana lagi. Tapi itu semua tak jadi masalah bagi penduduk desaku. Ya menurutku desa Gandu ini sudah termasuk maju,karena munculnya berbagai organisasi. Contohnya seperti Risgan (Remaja Islam Gandu). Di situ sudah jelah bahwa Pemuda/Remaja di desaku telah membentuk organisasi yang di sebut RISGAN,yang bisa memajukan desa dan lebih banyak organisasi lainnya.

Aku sangat senang tinggal di desaku. Meskipun sehari-hari hanya makan nasi putih dan sayur hasil bercocok tanam. Namun aku tetap bersyukur kepada alloh SWT. Di kala siang hari keadaan begitu ramai karena semua orang sibuk dengan aktifitas sendiri-sendiri. Dikala malam datang bertaburan bintang menjadikan suasana yang aman dan damai.

Menambah hangat suasana anak-anak yang sedang belajar mengaji aku sangat senang belajar mengaji di musholla AL-Jihad,apa lagi di tambah teman-temanku yang baik-baik dan lucu-lucu membuatku menjadi semakin betah mengaji di sana. Di saat malam mulai larut,Dewi bulanpun berlahan-lahan mulai muncul. Dia menampakan dirinya sedikit demisedikit kadang dia bermain petak umpet loh! Kadang dia menampakan setengah dari dirinya atau mungkin seperempat dari dirinya Juga dia menampakan dirinya seutuhnya hal ini menjadi pemandangan di langit semakin indahnya.

SEKIAN

Sebelum dan sesudahnya apabila ada kata-kata yang kurang berkenanatau mungkin penulisan yang salah saya mohon maaf seribu maaf.

Yazid Khabibi

Dua hari sudah peserta belajar bersama mas Habib, di malam terakhir fasilitator mengajak peserta diskusi tindak lanjut pelatihan ini, dan mas Tajib sebagai fasilitator dibantu mas Kharis dan saya. Acara dimulai pukul 20.00 WIB, mas Tajib mengawali acara tersebut dan dilanjutkan mukodimah mas Habib. Dalam acara tersebut mas Habib banyak menceritakan kisah perjalanan semasa merintis usahanya, baik dibidang bisnis maupun wirausaha, dari kisah senang maupun duka.

Pengalaman yang paling menduka ketika beliau tertipu rekan bisnisnya, hampir semua hartanya habis, dan beliau harus merintis usaha dari bawah lagi. Tidak hanya itu, beliau juga menceritakan betapa kerasnya mengikuti dunia bisnis. Dalam dunia bisnis semua jalan mencari uang bisa di halalkan, kalau tidak seperti itu bersiap-siaplah mengalami kebangkrutan. Dari pengalaman yang dialami, beliau berpesan dalam usaha harus jeli dan hati-hati dengan relasi bisnis, baik teman ataupun lawan.

Setelah mendengar cerita mas Habib, mas Tajib mengajak peserta mengungkapkan rencana kedepan yang akan dilakukan setelah mengikuti kegiatan ini, karena kegiatan ini berkaitan dengan sekolah alternatif yang akan di adakan di Dukuh Gandu. Pada mulanya peserta bingung mengutarakan, setelah mas Tajib memberi sedikit gambaran barulah peserta mengungkapkan apa yang akan dilakukan kedepannya. Ada yang ingin praktek bertani, beternak, dan memberi tau teman di desanya, baik peserta cewe maupun cowo.

Disela-sela kebingungan memikirkan tindak lanjut mas Tajib mengajak peserta nonton film, bukanlah film komedi atau horor melainkan film kegiatan peserta selama dua hari ini. Walau bukan film komedi bisa merubah suasana, yang tadinya hening kini berubah rame canda tawa, karena melihat teman atau diri sendiri kesoting. Tadinya pemutaran film digagalkan karena aliran (mati lampu) sejak pagi, alhamdulillah setelah beberapa menit acara dimuali lampu nyala dan acara berjalan sesuai rencana. Malam semakin larut sepertinya peserta cewe sudah ngantuk, akhirnya mas Tajib menutup acara dan mempersilahkan peserta istirahat “bagi yang sudah ngantuk” sampai jumpa besok pagi.

Belajar pertanian dan peternakan (11): Membuat liputan Sekolah Indipt

Diselang waktu setelah peserta praktek membuat pupuk, sekitar pukul 16.00 WIB mas Tajib (Direktur Indipt) membuat acara tanya jawab (dialog) dengan mas Habib seputar usaha yang di gelutinya. Dengan peralatan yang sederhana dan kemampuan yang sederhana juga kru berusaha membuat hasil liputan bisa lebih bagus, sesuai dengan harapan. mas Tajib sebagai presenter, mas Habib narasumber, mas Kharis kameramen, dan saya membantu mas Kharis.

Disamping kandang sapi acara berlangsung, dengan durasi kurang lebih 10 menit. Ini adalah pertama Sekolah Indipt membuat liputan, liputan dialog resmi yang akan dimasukan dalam situs ini. Tujuan pembuatan liputan ini adalah menunjukan pada peserta bagaimana cara membuat liputan, disamping itu juga untuk melengkapi media Sekolah Indipt. Tidak semua peserta menyaksikan acara dialog, karena tidak tertarik atau bagaimana saya tidak tau, entahlah.

Acara berjalan lancar, walau ditenga acara sapi pak Habib ikut nimbrung (mengganggu). Setelah acara selesai kegiatan sementara diistirahatkan sampai sehabis shalat Isa, yang akan di lanjutkan dengan acara diskusi-diskusi.

Belajar pertanian dan peternakan (10): Melihat pertanian waraga

Dihari kedua sebelum praktek pembuatan pupuk organik, fasilitator mengajak peserta jalan-jalan melihat dan belajar pertanian warga setempat. Dipandu mba Supra dan dibantu pak Saekhu “sebagai petunjuk jalan”, peserta menuju pertanian oyong milik pak Soni. Setibanya di lokasi pertanian, mba Supra menjelaskan pada pak Soni maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut. Dengan senang hati pak Soni mengijinkan peserta melihat dan bertanya tentang tanaman oyong, baik dari cara pemilihan bibit, penanaman, perawatan, dan sampai kepemasarannya. Tidak hanya menjelaskan secara materi, beliau juga mempraktekkan bagaimana cara pemupukan yang baik.

Setelah tanya jawab dengan pak Soni fasilitator mengajak peserta menuju keperkebunan melati milik pak Jamil. Karena pak Jamil masih di rumah, pak Saekhu mampir mengajak beliau menunjukan tanaman melatinya pada peserta pelatihan, pak Saekhu juga menerangkan tujuan pelatihan tersebut. Bersama-sama peserta pak Jamil menuju ke perkebunan, melewati luasnya lahan pertanian dan teriknya matahari, tak melemahkan semangat peserta, walaupun sesekali dari mereka kelimpungan dan mencari tempat yang teduh.

Sesampainya di lokasi peserta mulai ber-aksi, ada yang mencari tempat berteduh  dan ada juga yang menyerang pak Jamil, tentunya dengan pertanyaan-pertanyaan seputar tanaman melati. Tak jauh beda pertanyaan yang diajukan, yaitu masalan pembibitan, perawatan, dan pemasaran.  “Pak,dari mana sih inspirasi Bapak menanam melati, yang saya liahat di sekitar sini kebanyakan petani menanam jagung, padi, kedelai, dan tanaman palawija lainnya, Bapak malah lebih mengembangkan tanaman melati, itu bagaimana ceritanya?.”, tanya salah satu peserta.

Pertanyaan yang sangat menarik. “Saya mengenal dan memulai usaha ini ketika saya mengikuti pelatihan di Pekalongan, ketika itu ada teman yang mengajak   pelatihan bagaimana usaha bunga melati. Karena saya tidak punya lahan yang luas “seperti petani yang lain”, akhirnya saya menanami lahan ini dengan tanaman bunga seperti yang anda lihat saat ini. Sebenarnya dulu saya sama seperti anda semua, setelah merantau, pulang di rumah bingung mau usaha apa. Alhamdulillah dengan usaha ini saya bisa menghidupi keluarga saya, ya… walau hanya sederhana.”, terang pak Jamil.

Karena waktu sudah cukup siang, mba Supra mengajak peserta pulang ke kandang sapi dan istirahat makan siang. Namun peserta lebih memilih beristirahat di Masjid, disamping tempatnya yang sejuk mereka juga bisa cuci muka dan tiduran sambil menunggu makan siang.

Belajar pertanian dan peternakan (9): Belajar membuat pupuk organik

Materi hari kedua peserta di ajak praktek langsung bagaimana cara membuat pupuk organik, yang bahan dasarnya kotoran sapi. Praktek di pandu mas Habib juga di bantu mas Udin (penjaga kandang). Sebelum praktek mas Habib memberi sedikit pengarahan dan penjelasan tentang pupuk organik, disamping menjelaskan cara pembuatan beliau juga menjelaskan bahan tambahan yang dibutuhkan untuk membuat pupuk organik, karena menurut beliau setiap tanaman kebutuhan nutrisinya berbeda-beda.

Awalnya peserta enggan tidak betah ditempat tersebut, karena baunya yang tidak enak. Setelah itu praktekpun dimulai, yang diawali oleh mas Udin. Setelah peserta melihat bagaimana mas Udin membuat, secara bergantian pesertapun turun dan praktek kecuali yang cewe. Dibawah ini adalah contoh cara membuat pupuk untuk tanaman padi dan jagung.

Sebelum mulai pembuatan, terlebih dahulu siapkan alat dan bahan.
Alat-alat yang di butuhkan antaralain :
1. Cangkul
2. Teng semprot
3. Ember plastik
4. Sekop

Sedangkan bahan yang di butuhkan:
1. Kotoran sapi
2. EM4
3. Air sumur

Semua peralatan dan bahan-bahan sudah tersedia sekarang tinggal cara pembuatannya.

Pertama yang harus di lakukan adalah melarutkan cairan EM4 menggunakan ember plastik. Untuk memenuhi tengki semprot, membutkan 14 liter air. Air di campur dengan EM4 hingga berwarna kecoklatan, jika sudah baru larutan tersebut di masukan ke dalam tengki yang sudah di siapkan.

Setelah melarutkan EM4, kotoran sapi yang sudah di siapkan di aduk di bikin rata, kira-kira sampai ketinggian 10 cm. Setelah rata, kotoran sapi di semprot dengan cairan  EM4 sampai rata. Setelah di semprot rata, kotoran tersebut di tumpuk di pindah ke tempat yang berbeda atau sebelahnya. Hal tersebut terus menerus di ulangi sesuai dengan kebutuhan pupuk yang ingin di buat atau sesuai kebutuhan.

Setelah selesai semua, lebih baiknya bahan pupuk tersebut di tutup menggunakan plastik. Namun, suhu di dalamnya harus sering di kontrol, jangan sampai suhu di dalamya melebihi 75 derajat. Jika suhu melebihi batas yang di tentukan, kandungan dalam pupuk tersebut akan berkurang, karena unsur-unsur yang terkandung di dalamnya mati akibat panas tersebut.

Itulah cara sederhana pembuatan pupuk organik, dengan bahan dasar kotoran sapi. Cara inilah yang sering dilakukan mas Habib untuk kebutuhan tanamannya. Dan semoga peserta bisa mempraktekan kembali untuk percontohan di Daerahnya.

Beajar pertanian dan peternakan (8): Diskusi dengan Masyarakat

Setelah seharian jalan-jalan melihat dan merefleksikan dari apa yang dilihat, setelah sholat Isa peserta berdiskusi dengan warga setempat, yang bertempat di serambi masjid Al-Huda. Hadir dalam acara tersebut Pak Mutilib “tokoh masyarakat sebgai pembicara”, Pak Saekhu “ta’mir masjid”, dan Pak Tohid “bagian keuangan indipt”. Diskusi ini difasilitasi oleh Pak Tajib dan mas Habib, dengan tema “umat islam harus bisa meningkatkan ekonomi”.

“Manusia tidak akan berubah tanpa ada kemauan diri untuk merubahnya.”, sepenggal mukodimah mas Habib, setelah acara di buka oleh Pak Saekhu. Apa yang di sampaikan mas Habib di benarkan Pak Mutolb, sebagai umat islam harus bisa meningkatkan ekonomi dan bisa merubah perekonomian lebih baik. Untuk mendorong terwujudnya perubahan tersebut, sebagai pemuda harus banyak belajar, bertanya, memahami, dan yang paling penting adalah mengamalkan ilmu yang sudah di peroleh.

Sebagai tokoh masyarakat setempat Pak Mutolib mendukung adanya belajar pertanian dan peternakan ini, menurutnya belajar ini sebagai bekal hidup bagi pemuda. Dan nantinya sebagai generasi penerus bisa meningkatkan perekonomian, minimal untuk kehidupan dirinya sendir. “Kegiatan ini sangat bagus, apalagi dengar-dengar nanti akan di adakan sekolah alternatif di Daerah kalian. Jadi, kalian bisa membantu dan mempraktekan langsung ilmu yang sudah di dapat dari sini.”, katanya.

Malam semakin larut dan sepertinya peserta sudah ngantuk, mungkin karena kecapean seharian jalan-jalan melihat pertanian dan peternakan mas Habib. Dipenghujung acara Pak Tajib hanya memberikan kesimpulan dari apa yang telah didiskusikan, yang kesimpulannya adalah: kita harus bisa merubah diri, baik merubah poa pikir ataupun merubah cara pandang. Banyak jalan dan cara untuk bisa berubah, tentunya dengan tekad dan kemauan yang tinggi.