siang ini selasa 18 Maret 2008 aku menemui Mas Borni Alan di Kantor INDIPT. Aku berharap bisa mendapat keterangan dari beliau,kebetulan beliau lagi santai di depan komputer ruangan tengah sambil mbuka-mbuka Blog yang di buatnya.

Di sela-sela itu aku ngobrol masalah pentingnya Pengurangan Resiko Bencana (PRB),beliau mengungkapkan bahwa pengurangan resiko bencana memang penting untuk di mengerti masyarakat,karena PRB itu hubungannya sangat erat denga Ekonomi,Sosial,dan yang lainnya. PRB itu sebenarnya untuk memahami kekuatan kapasitas masyarakat dan memahami kerentanan kondisi masyarakat.

Untuk menaikan kapasitas warga bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber daya alam yang ada,Mas Borni mencontohkan seperti,” mengambil pasir kali untuk bahan bangunan,mengambil batu “krokos” untuk bahan bangunan,dan yang lainnya.”,memang benar apa yang di katakan Mas Borni,karena pernah aku melihat di Desa Jladri banyak nene-nene yang berada di akli,aku kira mereka sedang apa kumpul-kumpul di kali jladi,ternyata mereka sedang ngumpulin batu kecil untuk di jual ke pengepul.

PRB juga tidak hanya terpacu pada bencana alam ” tegasnya” ,karena selama ini bencana itu identik berkaitan dengan alam,sebenarnya banyak sekali yang berkaitan dengan bencana.Ekonomi yang tidak setabil  seperti sekarang ini,itu juga termasuk bagian dari bencana.”jelasnya”.

Langkah untuk PRB adalah memberikan pemahaman terlebih dahulu kepada masyarakat untuk hidup lebih aman dari ancaman bencana,terus bertindak untuk meminimalisir ancaman bencana.

Untuk menanamkan pemahaman kepada masyarakat,di lakukan langsung dengan cara memberikan petunjuk bahwa di daerah itu rentan dan memberikan cara bagai mana untuk mengurangi kerentanan dan pemahaman. Menurut Mas Borni, ” Pemahaman pengurangan resiko bencana bisa di lakukan di sekolah-sekolah seperti contoh,membuang sampah pada tempatnya,menanam tanaman hias di halaman sekolah,itu juga termasuk bentuk dari pengurangan resiko bencana dari awal.”.