Hari minggu 16 Maret 2008 siang sebenarnya aku lagi tidak enak badan “rada mriyang”,aku sendiri berada di Kantor INDIPT soalnya sejak semalam aku tinggal sendirian di situ. Tiba-tiba datang Pak Aris Panji,Pak Aris memberitahukan kepadaku kalau sore nanti ada acara diskusi di Gandu di rumahnya Mba Khusnul,Pak Aris memperjelas berita itu dengan membuka SMS dari Mba Supra dan membacanya di depanku,aku menanggapi berita itu dan aku tanya pada Pak Aris,Pak,aku ikut ke sana tida?,Pak Aris cuma diam tidak merespon pertanyaanku. Dengan sikap Pak Aris,aku merasa bingung,apakah aku ikut ke Gandu apa tida?,”tanya dalam hati”,soalnya keadaanku tidak begitu mendukung “tidak enak badan”. Dengan kebingunganku aku tanya kepada kakng tajib lewat chating,tapi kang tajib juga tidak merespon pertanyaanku,akhirnya dengan sedikit keterpaksaan aku putuskan untuk ikut ke Gandu. Aku liat ke depan ternyata Pak Aris sudah berangkat duluan,tadinya aku sih berniat berangkat bareng sama Pak Aris malah aku di tinggal,di kira aku tidak ikut ke Gandu,soalnya waktu juga sudah mendesak. Aku menuju ke KMN aku kira Pak Aris mampir ke sama,tapi di KMN juga tidak ada,dalam hati berkata “berarti aku di tinggal”,aku tidak mau kalau Pak Aris berangkat sendiri naik sepeda ke Gandu,aku SMS Pak Aris supaya nunggu aku di rumahnya,”aku pikir Pak Aris belum begitu jauh”.Aku bergegas menuju kerumah Pak Aris,ternyata Pak Aris menanggapi SMSku,PakAris sedang menungguku di rumahnya,setelah sampai di rumahnya aku di ajak ngopi dulu,tapi aku menolaknya “aku pikir waktunya sudah mepet,acara di Gandu kan jam 13.30 wib,sedangkan sekarang sudah jam 13.15 wib.”. Aku dan Pak Aris langsung menuju ke Gandu,tapi ternyata hari itu hari sialku,motoku mati di depan kantor pos Kebumen,aku bingung kenapa ini ?,tanyaku pada Pak Aris. Walah bensinnya habis Pak “lanjutku”,dimana yang ada jual bensin Pak?”tanyaku pada Pak Aris”,di depan sana ada “jawab Pak Aris. Akhirnya aku ndorong motor sampai pojok Alun-alun sebelah barat deket lampu merah. Setelah ngisi bensin aku melanjutkan perjalanan ke Gandu,sesampainya di Gandi di rumah Mba Khusnul sudah hadir Mba Supra dari INDIPT,dan beberapa warga Gandu yaqng dulu pada waktu diskusi tanggal 10 Maret 2008 ikut. Dalam acara itu membahas tentang perlombaan yang akan di adakan di Gandu dalam rangka peringata Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 6 April 2008,dan juga mendorong dari suatu bentuk pelaksanaan Sekolah Alternatif yang akan di adakan di Gandu “rencananya”.Adapun jenis perlombaan yang akan di adakan di antaranya lomba nulis surat,lomba menggambar desa,lomba sholawat kreatif,lomba baca Al qur’an,lomba lawak,dan lomba pidato. Dari sekian banya jenis perlombaan mengangkat tema yang sama yaitu tentng lingkungan,ini sebagai bentuk dari salah satu kecintaan pada alam,dan bisa memahami lingkungan di sekitanya. Perlombaan itu di adakan untuk kalangan Anak-anak,kususnya anak-anak Gandu dan sekitarnya,dan akan di laksanakan pada tanggal 3,4 dan 5 April 2008 di Gandu,yang di fasilitasi oleh warga Gandu dan di bantu dari indipt. Di samping membahas perlombaan,juga membahas tentang Sekolah Alternatif yang akan di adakan di Gandi “rencana”. Dalam sesi ini cuma bikin agenda kapan warga Gandu bisa diskusi tentang Sekolah Alternatif yang akan di adakan di Gandu,karena sekarang ini di Gandu sedang musim panen jadi harus di rencanakan terlebih dahulu. Kira-kira kapan enaknya dan bisanya untuk diskusi Sekolah Alternatif “tutur Mba Supra”,warga juga mengira-ira kapan waktunya yang enak dan warga juga tidak merasa keberatan “tidak mengganggu aktifitas warga”. Setelah warga berdiskusi sejenak,akhirnya memutuskan diskusi Sekolah Alternatif di adakan tanggal 23 Maret 2008 jam 20.00 wib di Mushola Al Huda Tanjung Sari Gandu.Setelah keputusan itu di sepakati acara diskusi pada sore itu di akhiri dan akupun pulang bersama Pak Aris. Dasar hari sial,di perjalanan motorku bocor,walah Pak,dasar lagi sial dina iki Pak “tuturku pada Pak Aris. “,Pak Aris menyuruhku nambal ban di pojok Alun-alun Kebumen,deket lampu merah “suruh Pak Aris padaku”,aku langsung kesana dan Pak Aris nunggu di posko PDIP punya Bambang. Setelah aku selesai nambal ban,aku kembali lagi menjemput Pak Aris dan lang sung menuju ke rumah Pak Aris,sesampai di rumah Pak Aris aku di bikinin kopi oleh Istrinya Pak Aris “aku tidak tau istrinya namanya siapa yang penting akudi kasih kopi dan aku bisa ngopi di rumahnya Pak Aris.”. Tapi selang beberapa menit sewaktu aku sedang berbincang-bincang masalah pentingnya pengurangan resiko bencana,tiba-tiba HPku berdering,aku lihat ternyata ada SMS dari Aris Jatimulyo katanya aku di tunggu di indipt,dia mau masuk tidak kantor tidak bisa,gimana mau bisa masuk,kuncinya aku yang mengang “dalam benakku berkata”. Setelah aku baca SMS itu aku ngomong sama Pak Aris kalau aku di tunggu Aris ” Jati mulyo” di indipt,akhirnya aku pulang dan Pak Aris bilang kalau nanti malam akan datang ke indipt dan melanjutkan perbincangan itu.