Awal dari rencana saya menulis tentang pengurangan resiko bencana berawal dari tuntutan saya ingin bisa menjadi penulis,sebuah kata-kata yang selalu teringat dalam pikiran saya ¨ Kalau ingin belajar menulis dan bisa menulis dengan baik kamu harus berusaha untuk membiasakan diri untuk menulis,paling tidak sehari kamu harus bisa nulis satu halama atau satu artikel,itu kalau kamu kepengin jadi penulis,kalau tidak ya terserah kamu,percaya saja pada omonganku. Dan pelajaran yang sudah di catat jangan sampai hilang,itu adalah pelajaran yang sangat berharga,harganya mahal itu.¨,sangat tegas kata-kata itu di ucapkan kan tajib ¨direktur indipt¨ setelah selesai diskusi PRB di Kantor indipt 21/03/08 sore.

Dari beberapa kali saya mengikuti acara workshop dan diskusi tentang pengurangan resiko bencana,banyak hal yang saya dapatkan dari situ,di antaranya dari apa itu bencana,bagai mana terjadinya bencana,upaya apa untuk mengurangi atau meminimalisir bencana.

Yang pertama saya pahan apa itu bencana,subtansi saya bencana adalah hal-hal atau kejadian yang bisa merugikan,baik untuk diri sendiri,orang banyak dan sebagainya. Karena bencana itu bukan hanya suatu kejadian kerusakan alam yang berdampak pada mahluk yang ada di sekitarnya,pendapat saya kata-kata bencana itu sangat luas sekali, bisa juga terjadi pada alam,atau kelangsungan hidup manusia. Selama ini kata-kata bencana lebih erat dengan alam,sebagai contoh,bencana gempa di Jogja,bencana banjir di Jakarta,dan yang lainnya,yang pada dasarnya bencana itu bukan hanya kejadian seperti itu,bisa juga bencana keluarga,bencana ekonomi,dan sebagainya.Sebagai contoh bencana keluarga,dalam suatu keluarga kurang komunikasi antara suami dengan istri yang akhirnya terjadi perceraian,itu juga termasuk wujud bentuk dari bencana.

Oke,sekarang kita belajar bagaimana proses terjadinya bencana. Menurut kang tajib pada acara workshop pengurangan resiko bencana di benteng fander wick Gombong,kalau tidak salah di laksanakan tanggal 20-23 september 2007 memberikan beberapa gambaran proses terjadinya bencana. Bencana terjadi karena ancaman/bahaya bertemu dengan kerentanan ¨Kerentana dalam hal ini kita artikan sebagai ketidak mampuan masyarakat untuk mengatasi ancaman atau bahaya yang ada di sekitarnya.¨,sedanglak ancaman ¨ancaman atau bahaya adalah sebuah kajadian yang mengakibatkan kerusakan terhadap kehidupan masyarakat,bisa juga berupa hartabenda atau lingkungan.

Dari semua itu,bencana bisa terjadi karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi,diantaranya faktor manusia,faktor alam,atau bahkan gabungan dari dua faktor itu. Ada beberapa ancaman di sekitar kita diantaranya mungkin banjir,kekeringan,longsor,tsunami,gunung meletus,dan yang lain,mungkin itu adalah ancaman yang memang faktor alam,ulah manusia,atau bahkan memang itu faktor dari keduanya?,silahkan di pilih sendiri menurut pendapat anda.

Mungkin kita tidak bisa menghilangkan bencana,tapi setidaknya kita bisa meminimalisir bencana atau bahkan malah bisa mereda bencana. Ada beberapa kemungkinan yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya bencana. Kita bisa mengurangi kerentanannya,atau mengurangi ancamannya,jika kedua itu bisa di lakukan dengan baik,saya kira bencana tidak akan terjadi,walaupun terjadi kejadiannya tidak separah sperti kalau tidak ada langkah-langkah tersebut di atas.

Ada sebagian orang berpandapat bencana terjadi karena takdir,tapi ada juga yang berpendapat bencana itu di akibatkan karena ulah dari manusia,pendapat itu menurut pemikiran masing-masing,silahkan anda sependapat dengan pendapat yang mana. Jika anda berpendapat bencana terjadi karena takdir,berarti tidak ada tindakan-tindakan yang harus di lakuka atau untuk berusaha lepas dari bencana,dan jika anda sependapat dengan bencana terjadi karena ulah dari manusia maka langkah apa yang akan anda lakukan ?.

Mungkin sangat sulit kita untuk melakukan hal-hal yang mungkin bisa mereda ancaman,untuk lebih gampangnya kita kenali dulu ancaman apa yang ada di sekitar kita,setelah itu apa akibatnya,baru kalau bisa penanganan untuk meredam ancaman.

Itu dari beberapa segi ancaman,sekarang kerentanan masyarakatnya. Untuk bisa lepas dari bencana atau untuk meminimalisir bencana,kita bisa lakukan beberapa hal seperti. Kita lihat kondisi masyarakat di sekitar daerah ancaman bencana,apakah masyarakat tersebut rentan apa tidak,jika rentan maka perlu sosialisasi atau pemberitahuan bahwa di daerah yang di tempati itu rawan bencana misalnya,atau dengan cara apa yang kiranya masyarakat di sekitar bisa paham atau tau masalah yang sedang di hadapinya.

Mungkin itu yang masih teringat dalam pikiran,jika ada hal-hal lain yang masih berkait dengan pengurangan resiko bencana tetapi belum tercantumkan di sini,saya mohon untuk melengkapi isi artikel ini.

Inilah hasil belajar nulis saya yang sudah ke sekian kali,dan beberapa hari ini saya sudah berusaha menjalankan petunjuk-petunjuk dari instrutur pengajar saya,ya,walau hasilnya masih amburadul tidak karuan, he he he he ……………………….