Teman-teman,tibalah waktunya perlombaan di Gandu di mulai. Kamis 3 April 2008 adalah hari pertama perlombaan di mulai,sesuai dengan jadwal yang di rencanakan beberapa waktu lalu. Ada tiga jenis perlombaan yang di laksanakan pada hari pertama,diantaranya,1) lomba menulis,2) lomba menggambar,3) lomba baca Al qur´an. Perlombaan di laksanakan sore hari dan malam hari,untuk lomba menggambar dan lomba menulis dilaksanakan sore hari,sekitar jam 14.00WIB,dan untuk lomba baca Al qur´an di laksanakan malam hari,sekitar jam 20.10 WIB.

Lomba menulis

Sesuai dengan jadwal yang sudah di tentukan,lomba yang pertama kali di laksanakan adalah lomba menulis,namun,dalam lomba nulis,disini peserta hanya mempresentasikan hasil tulisan yang sudah di susun di rumahnya masing-masing. Banyak hal yang di ungkapkan oleh peserta lomba dalam isi tulisan-tulisan yang di lombakan,ya,tentunya tidak keluar dari tema yang sudah di tentukan panitia ¨cinta lingkungan´ ,seperti isi tulisan Anifah peserta lomba,¨ Gandu adalah yang terindah bagiku…….¨, Gandu gitu loh ¨jelasnya dalam presentasi¨.

Di samping itu,kegelisahan juga di rasakan oleh salah satu peserta lomba. Kukuh,peserta lomba dari Rt 2 Rw 4 menuliskan kegelisahan yang di rasakan pada musim panen seperti sekarang ini,setiap pulang sekolah,Kukuh di hantui rasa gelisah,karena,di sepanjang jalan raya di gunakan untuk menjemur padi,sedangkan kendaraan yang melintas sangat kencang,jadi,setiap pulang sekolah kukuh merasa gelisah. Selain kegelisahan,keprihatinan juga di sebut-sebut dalam presentase peserta lomba,karena,masih banyak pemuda gandu yang nongkrong di pinggir jalan.

Yasid Habibi peserta lomba nulis dari Rt 4 Rw 4,merasa senang dengan adanya perlombaan seperti itu,di samping musholla menjadi rame dan banyak teman,kegiatan seperti ini juga bisa untuk memunculkan bakat dan kreatifitas anak-anak,seperti yang di rasakan Yasid sendiri. Harapan Yasid,setelah adanya kegiatan lomba seperti ini,anak-anak gandu bisa lebih pandai kemunculkan kreatifitas,kecerdasan,dan lebih percaya diri.

Semakin sore semakin meriah acara tersebut,apa lagi banyaknya peserta lomba yang masih berdatangan dan menunggu untuk mempresentasikan hasil karyanya.  Satu persatu  bergantian peserta mempresentasikan,tentunya setelah di panggil dewanjuri  maju ke depan untuk mempresentasikan. Presentasi lomba menulis tidak terlalu banyak yang hadir dan mempresentasikan,karena,ada sebagian dari peserta lomba yang harus berangkat ke sekolah untuk mengikuti pelatihan drumben.

Lomba menggambar

Begitu juga dengan lomba menggambar,lomba gambar peserta juga cuma mempresentasikan hasil gambarannya,setelah peserta menggambar di rumahnya masing-masing,sekarang tinggal mempresentasikan. Dalam presentase,banyak peserta yang menggambarkan tentang lingkungan,pasti lah,temanya aja cinta lingkungan,ada yang menceritakan tentang sekitar rumah,ada yang menceritakan Ibunya sedang nyapu halaman rumah,ada yang menceritakan rumah model dulu,dan banyak coretan-coretan yang menggambarkan lingkungan di sekitar.

Sekian banyaknya gambar,gambar yang benar-benar kelihatan hidup adalah hasil dari karya Agha peserta dari Rt 1 Rw 4,gambarannya luar biasa,seperti hasil lukisan  yang sudah berpengalaman. Tadinya saya tidak percaya kalau lukisan itu hasil karyanya Agha sendiri,setelah di presentasikan dan di tanya dewan juri,ngakunya itu hasil karyanya Agha sendiri,sangat berbakat sekali Agha,mungkin itu bibit pelukis yang berpotensi di Gandu. Di samping ada yang bakat menggambar,ada salah satu peserta yang mempresentasikan bahwa dia tidak tau gambarannya sendiri,ketika juri bertanya ini gambar apa,peserta itu jawabnya tidak tau,walah,sama karyanya sendiri aja tidak tau itu gambar apa yang di gambar. Setelah selesai presentasi,Dodo di tanya  Mba Khusnul ¨juri lomba¨,itu gambar siapa ?,apa bukan kamu yang menggambar?,dengan cengar-cengir Dodo menjawab,itu ya hasil gambarku bu. Dodo mengikuti lomba tersebut,nggambarnya ngarang,asal gambar,yang penting bisa ikut lomba menggambar,dengan pedenya dia mengatakan,¨saya yakin,saya pasti menjadi juara¨. Di samping itu,dodo mengikuti lomba karena di soting,¨jelasnya¨.

Ada peserta yang kedapatan hasil karyanya bukan karya sendiri,melainkan hasil karaya orang lain,bisa di bilang di gambarkan. Hasil gambar yang bukan hasil karya sendiri,gambar itu tidak di ikutkan dalam lomba ¨gagal¨.

Presentasipun terus berjalan,tak jarang melewatkan peserta yang sudah di panggil untuk presentasi tapi peserta belum hadir di tempat lomba,seperti yang di alami salah satu peserta yang harus berangkat ke sekolah dulu untuk mengikuti latihan drumben. Setelah pulan dari sekolah,Indri harus buru-buru datang ke Musholla Al Huda,untuk mempresentasikan hasil karyanya meskipun masih menggunakan seragam sekolah,indri mempresentasikan hasil karyanya dengan penuh semangat.

Acara lomba menggambar,diakhiri dengan presentasinya indri,karena indri adalah peserta lomba yang datangnya paling akhir,itu masih untung,dari juri masih memberi waktu menunggu indri untuk memprestasikan hasil karyanya. Hari semakin sore,beberapa peserta satu persatu meninggalkan Muasholla Al Huda,tinggal beberapa juri yang masih berada di Musholla,karena masih harus melanjutkantugasnya.

Lomba baca Al qur´an

Sekitar jam 20.10 WIB acar lomba baca Al qur´an di mulai,hadir sebagai juri Bahaji hasan ¨tokoh masyarakat¨,Ngabdul syakur,Borni Alan ¨indipt¨,Ibu Rohyati ¨Ustadzah¨,dan acara di pandu oleh Mas Sengud. Lomba baca Al qur´an,pesertanya tidak terlalu banyak,hanya 23 peserta yang mengikuti,12 dari putra,11 dari puti.

Hening suasana ketika peserta no urut pertama membacakan ayat-ayat suci Al qur´an,baik dari juri,dari peserta lomba dan penonton di belakang. Semua menikmati lantunan ayat-ayat suci Al qur´an yang di bacakan Fatmawatiningsih peserta dari  Rt 4 Rw 4,di  samping membaca ayat-ayatnya,peserta juga di wajibkan membaca arti dari ayat tersebut. Ada satu daftar ayat yang sudah di tentukan juri tidak di ikut lombakan,menurut Mas Siskhori,ayat tersebut artinya tidak sama,ada kesalahan pengetikan dalam teks arti ayat tersebut.

Banyak diantara peserta yang membaca ayat-ayat suci Al qur´an masih belum lancar,tak jarang dari mereka yang salah dalam lafadznya. Terdengar suara gaduh di belakang,ketika salah satu peserta membacanya salah,sorak riuh merubah suasana Musholla,yang tadinya hening,seketika menjadi ramai. Sorak juga sering terjadi,ketika peserta ada yang lupa mengucapkan salam. Seperti ang di lakukan Soimun salah satu peserta,ketika maju kedepan,tiba-tiba sarung yang di pakai mlorot ¨lepas¨,semua yang hadir di situ tidak ada yang tidak ketawa,semua ketawa,bahkan dewan juripun sampai ketawa,luar biasa ramainya,dengan tingkah-tingkah peserta yang aneh-aneh.

Perasaan deg-degan di rasakan Maulidia salah satu peserta lomba,ketika giliran nomor urutnya tiba,¨Ya Alloh,tinggal aku gilirannya¨,tersentak ketika juri memanggil nomor yang di miliki maulidia. Wajar bagi Maulidia,karena baru pertama kali Maulidia mengikuti perlombaan yang ada di Gandu. Di belakang sang ayah memberika suport,anak seorang guru itu terus membaca ayat-ayat suci Al qur´an dengan lantang,walaupun awalnya merasa deg-degan.

Dari banyaknya peserta lomba yang putra,tersisa atu peserta yang masih menunggu nomor urutnya,sendiri di samping pintu musholla,teman-temannya meninggalkan dia sendiri di dalam sambil menunggu giliran. tak lama kemudian nomor urutnya tiba,dengan tergesa-gesa igin cepat-cepat selesai dan bergabung dengan teman-teman di luar yang sudah lebih dulu selesai.

Jam menunjukan pukul 22.05 WIB, dewan juripun sudah ada yang mengantuk,mungkin siangnya kecapean atau bagai mana saya tidak tau,saya aja sudah mualai ngantuk. Dengan penampilan Lia Ni´matul maulana yang membacakan surat Al Furqon  ayat 45 sampai 50,berakhirlah perlombaan itu. Dari 23 peserta lomba yang mendaftar,yang tidak hadir 1 peserta yaitu nomor urut 1o.