Pagi sekali tukang koran mengantarkan koran edisi hari ini 3 Maret 2008 ,tergeletak dua koran yang penerbitnya berbeda,satu dari Kompas,dan yang satunya dari suratkabar suara merdeka. Berbagai berita di kabarkan dari surat kabar,dari yang ber bau ekonomi,sosial,budaya,politik,dan seterusnya.

Dengan segelas kopi di atas meja tamu,menemani suasana di pagi hari,sambil membaca berita yang di kabarkan surat kabar hari ini. Suasana pagi hari yang sejuk,tenang,menambah rasa nikmatnya segelas kopi itu,kental mantapnya kopi menambah gairah untuk membaca berita-berita di surat kabar.

Disamping menemani membaca surat kabar di pagi hari,segelas kopi juga tak jarang menemaniku menulis di malam hari. Berjam-jam setiap di depan komputer,segelas kopi selalu menemaniku di atas meja,di samping kopi yang mantap dan nikmat,rokokpun selalu menemaniku.

Walaupun hanya kopi merek jempol,tidak kalah nikmatnya dengan kopi merek-merek yang terkenal,seperti,Kapal Api,ABC,Torabika,dan yang lain. Cukup dengan kopi jempol,suasana membaca atau menulis menjadi nyaman,enak,betah,dan sebagainya.

Tak jarang harus nambah,tak cukup segelas dua gelas ketika di depan komputer. Pernah terjadi,semalam saya harus nambah empat sampai lima gelas kopi,untuk menemani bergadang di depan komputer. Tidak ada merek lain selain merek jempol,karena kopi jempol dirasa harganya yang sangat bersahabat dengan kantong. Dengan mengeluarkan uang 1600,saya sudah bisa menikmati kopi,harga itu juga untuk ukuran bungkus yang besar,di samping itu juga ada ukuran bungkus yang lebih kecil,bisa di kata lebih ekonomis.

Sebelumnya saya tidak pernah merasakan kopi jempol,semenjak tinggal di kantor indipt saya menjadi ketagihan dengan nikmatnya kopi jempol. Tak tau mengapa menjadi ketagiha dengan kopi jempol,apa karena keterbiasaan atau bagaimana?.

Kopi jempol menjadi bagian dari hidupku,setiap hari harus ngopi dan ngopi. Sehari tidak ngopi,terasa ada sesuatu yang masih mengganjal,masih ada yang belum selesai. Apa itu yang di namakan sudah kecanduan ?.