Selama ini masyarakat beranggapan bahwa ekonomi yang meningkat adalah tambahnya nilai pendapatan ekonomi. Sebagai contoh,yang tadinya berpendapatan 10.000 terus menjadi 15.000,itu yang selama ini dianggap ekonomi meningkat. Tapi beda dengan  pemikiran Kang Tajib. Dalam acara diskusi evaluasi “pelaksanaan lomba yang di adakan di Desa Tnjungsari kec.Petanahan” di kantor intipt 11 April 2008 bersama warga Tanjungsari. Beliau mengatakan,bagaimana cara agar masyarakat Tanjungsari ekonominya bisa bertambah, tapi nilai pendapatannya tetap?. Semua peserta diskusi bingung dengan pertanyaan seperti itu,menurut salah seorang peserta tidak mungkin,”yang  namanya ekonomi meningkat ya,pendapatannya tambah,yang tadinya 10.000 menjadi 15.000 ”.

Kang Tajib mengatakan “Ada sesuatu yang hilang di Tanjungsari”,peserta diskusi tambah bingung lagi dengan kata-kata seperti itu. Saking bingungnya ,suasana hening seketika,semua berfikir apa yang hilang di Tanjungsari. Warga Tanjungsari sendiri belum sadar kalau budaya yang pernah ada dulu sekarang telah hilang. Menurut Kang Tajib,dulu di Tanjungsari ada budaya menanam palawija di sekitar rumah,tapi sekarang sudah tidak ada. Itulah yang di maksud Kang Tajib ada sesuatu yang hilang di Tanjungsari.

Kang Tajib ingin menumbuhkan kembali budaya tersebut,karena dengan langkah itu,warga Tanjungsari bisa menekan pengeluaran ekonomi “untuk kebutuhan dapur”. Sebagai contoh,misalkan penghasilan 10.000 untuk kebutuhan dapur biasanya 5000,itu di gunakan untuk beli sayuran dan yang lain. Tapi pengeluaran 5000,bisa kita tekan menjadi 2000 “itupun karena memang harus ada yang di beli,seperti garam dan lainnya”,penekanan itu  dengan cara kita menanam sayuran atau palawija di sekitar rumah,jadi tidak perlu beli sayuran,sayuran kita dapatkan di sekitar rumah saja. Dengan pendapatan tetap 10.000 bisa meningkatkan ekonomi,tanpa meningkatkan nilai pendapatan.

Dengan cara menumbuhkan budaya menanam sayuran atau palawija di sekitar rumah,dapat meningkatkan ekonomi warga,tanpa harus menambah nilai pndapatan. Hal seperti itu akan di lakukan atau di praktekan di Tanjungsari,sebagai program sekolah komunitas yang akan di adakan di Tanjungsari. Entah bagaimana cara pelaksanan atau sistemnya nanti,itu sebagai gambaran kurikulum.