¨ Kita sudah beberapa kali belajar merumuskan progam,apakah dalam pelaksanaanya nanti sesuai dengan yang di inginkan?. Pengalaman yang sudah-sudah,program berjalan hanya di awal-awal pelaksanaan saja,di tengah pelaksanaan biasanya melemah bahkan putus ¨gagal¨. Bukannya saya tidak semangat atau kalah perang sebelum pertempuran,tapi saya melihat kenyataan yang ada,sebagai contoh,dulu sewaktu TPQ baru di dirikan,muridnya banyak dan pengajarnya juga banyak,semua masih semangat dan antusias. Tapi,baru berjalan beberapa bulan saja bisa kita lihat nyatanya ¨muridnya berkurang,guru pengajarnya juga berkurang¨. Apakah program yang kita rumuskan ini akan seperti itu?.¨,keluhan Sis khori ¨Remaja Gandu¨ dalam acara ¨merumuskan program sekolah alternarif¨ di Gandu Desa Tanjungsari,Petanahan,Kebumen 20 April 2008.

Beberapa peserta yang menanggapi keluhan Sis khori. ¨ Sebenarnya kita belum bisa membedakan antara pikiran sadar dengan pikiran bawah sadar dalam menentukan program.¨,di katakan Pak Amirudin menanggapi keluhan Sis khori di pandang dari sudut pisikologis. Kata-kata pak Amirudin membuatku bingung,sebenarnya pikiran sadar itu bagaimana?,dan pikiran bawah sadar itu bagaimana?.

¨ Itu kalau di pandang dari sudut psikologis,kalau dari sudut ilmu perencanaan,kegagalan program karena tidak bisa merumuskan inti masalah. Tidak bisa merumuskan masalah karena. 1). Tudak tau masalah. 2). Tidak bisa membedakan antara masalah,keluhan,dan keinginan. 3).Terlalu besar keinginan ¨tiba-tiba penyelesaian.¨.¨,di samapaikan Pak Tajib menambahi tanggapan Pak Amirudin dalam acara tersebut.

Di samping itu,Pak Tajib juga mengajak ke semua peserta,supaya progam sekolah alternatif yang akan di laksanakan di Gandu benar-benar matang perumusannya,jangan samapai seperti program yang di samapaikan Sis khori tadi di atas. Dan apakah progam tersebut bisa menjawab masalah yang sedang di alami masyarakat Gandu. Menentukan progam juga harus melihat kemampuan,apakah kita mampu melaksanakan apa tidak. Jangan terlalu tergesa-gesa menentukan program,toh hasilnya tidak menyelesaikan masalah.