Tak harus menginap di hotel berbintang

Dalam sekolah 3 hari ini,semua peserta di haruskan menginap. Ya,walaupun ada beberapa peserta yang terpaksa harus pulang. Mas Rofik misalnya,dia terpaksa harus pulang mengantarkan adiknya,karena adiknya ikut dalam pelatihan tersebut. Karena masih kecil,adiknya tidak mau menginap,menangis dan tetap ingin pulang.

Hening suasana Masjid Al-Huda,ketika peserta terlelap tidur di serambi Masjid. Suara binatang malam menghiasi sunyinya malam. Suara jangkrik,belalang,dan hewan penghuni malam yang lain,berdendang ria melantunkan nada-nada yang indah di tengah-tengah kepulasan ¨nyenyak¨ peserta. Hanya beralaskan karpet,dan bantal dari tas yang di bawanya,tak mengurangi kepulasan ¨nyenyak¨ tidurnya.

Malam semakin larut,hembusan angin menyelimuti suasana,dan dinginpun mulai terasa  membuat di antara mereka saling berjejalan. Tak jarang dari mereka yang berebut sarung,karena dinginnya malam membuat dirinya tidak tahan,dan karena ada  peserta yang tidak membawa sarung untuk selimut.

Semakin gelap dan menyeramkan suasana Masjid,ketika tengah malam lampu di sekitar Masjid dan seluruh kampung Maduretno padam. Tanpa ada penerangan, peserta yang terbangun menjadi bingung. ¨ nangendi kie ?,deneng peteng temen.¨,bahasa indonesianya ¨di mana ini ?,ko gelap sekali.¨.

Dengan penginapan yang seadanya,tidak menggoyahkan semangat belajar peserta. Hal tersebut juga terjadi di malam berikutnya.