Setelah belajar dan melihat tanaman oyong milik Pak Soni,Pak Saekhu mengajak peserta untuk melihat tanaman bunga melati milik Pak Jamil. Lumayan jauh lokasi kebun melati Pak Jamil,peserta harus berjalan menelusuri lahan pertanian Desa Maduretno. Kurang lebih satu kilometer jarak antara kandang sapi Pak Habib ¨tempat kami belajar dan menginap¨ ke perkebunan Pak Jamil.

Sengatan sinar matahari begitu terasa,karena teriknya sinar matahari begitu panas. Melewati lahan pertanian yang begitu luas,sungai,dan pekarangan warga. Panasnya sinar matahari tak melemahkan semangat peserta,walaupun ada sebagian dari peserta yang sebentar-sebentar istirahat. Mas Siam misalnya,dia sebentar-sebentar mencari tempat yang teduh. Mungkin karena jarang panasan di sawah sehingga tidak kuat menahan sengatan sinar matahari,atau memang karena cuacanya yang begitu panas.

Sesampainya di kebun bunga,sebagian peserta ada yang tidak menghiraukan  penjelasan-penjelasan dari Pak Jamil,apa lagi yang cowo,sibuk mencari tempat berteduh.  Mungkin karena saking capenya atau panas sinar matahari. Beberapa pertanyaan di ajukan kepada Pak Jamil. Pertanyaannya tak jauh beda dengan pertanyaan-pertanyaan sewaktu di tanaman oyong tempat Pak Soni. Yang di antaranya dari penanaman,perawatan,dan pemasaran. Kebanyakan yang mengajukan pertanyaan adalah perempuan. Mungkin karena perempuan suka dengan tanaman bunga.

¨ Pak,dari mana sih inspirasi Bapak menanam tanaman bunga,sedangkan di sekitar sini yang saya lihat kebanyakan petani menanam jagung,padi,kedelai,dan tanaman palawija lainnya,Bapak ko lebih milih mengembangkan tanaman bunga melati,itu bagaimana sih ceritanya ?.¨,tanya Mas Sunar salah satu peserta.

Pertanyaan yang sangat menarik. ¨ Saya mengenal dan memulai usaha ini berawal ketika saya mengikuti pelatihan di Pekalongan,ketika itu ada teman yang mengajak saya untuk ikut pelatihan bagaimana usaha tanaman bunga melati. Karena saya tidak punya lahan yang luas,akhirnya saya memutuskan menanami lahan ini dengan tanaman bunga seperti yang anda lihat saat ini. Sebenarnya dulu saya sama seperti anda semua,setelah merantau,pulang,di rumah bingung mau usaha apa. Alhamdulillah dengan usaha ini saya bisa menghidupi keluarga saya,ya,walaupun hanya sederhana.¨,Pak Jamil menjawab pertanyaan Mas Sunar.