Kinerja Pak Habib sangat bagus dalam memberikan penjelasa-penjelasan kepada peserta pelatihan selama 2 hari ini. Namun ada beberapa kata-kata atau bahasa yang menurut peserta bahasa tersebut sangat asing,susah di tangkap,mungkin karena baru kali itu peserta mendengar kata-kata Pak Habib,membuat peserta kebingungan dalam menangkap penjelasannya. Mungkin karena Pak Habib sudah terbiasa dengan gaya bahasa yang intelektual,menjadi kesusahan ketika beliau mau menjelaskan dengan bahasa yang biasa-biasa saja ¨ndeso¨. Memang kebanyakan yang belajar atau setudy banding di tempatnya Pak Habib kebanyakan kalangan Mahasiswa,peneliti,dan kalangan-kalangan intelektual lainnya. Pak Habib belum bisa membedakan mana bahasa yang di gunakan untuk kalangan ndeso dan mana yang untuk kalangan intelektual.

Terkadang Pak Habib memberi contoh kepada peserta tidak logis atau tidak nyambung dengan pemikiran peserta. Sebagai contoh ketika beliau memberi contoh cara menanam modal,beliau memberikan contoh jumlah modalnya sangat besar,seperti 1 milyar,2 milyar. Dalam pemikiran peserta,mereka tidak mungkin punya uang sebanyak itu,hal ini mengakibatkantidak logika bagi pemikiran peserta,dan peserta juga tidak akan melakukannya.

Di samping itu Pak Habib juga sering mengulang-ulang penjelasan materi-materi yang awal. Dari hari pertama sampai hari ke dua tidak saling berkesinambungan,terputus-putus,jadi kurang efektif cara penyampaian materinya.