Sudah berhari-hari saya mengkonsumsi mie instan. Tapi pada waktu tertentu saja saya mengkonsumsinya,saya mengkonsumsi hanya di waktu pagi sebagai sarapan pagiku. Saya tidak tau,apakah hal ini akan menjadi tradisi saya lagi. Baru kali ini saya sering mengkonsumsi mie instan,tadinya saya sudah jarang mengkonsumsi. Dulu sewaktu tinggal di Jakarta sarapan mie instan sudah menjadi tradisi saya,tapi ketika tinggal di Jladri tradisi tersebut menghilang dengan sendirinya.

Entah alasan apa yang bisa mengembalikan tradisi tersebut datang lagi pada diri saya,padahalsudah lama saya bisa menghentikan tradisi tersebut. Mungkin karena saya belum tau efek lemahnya mengkonsumsi mie instan,apa karena yang saya rasakan hanya efek baiknya saja. Mudah,praktis,dan bikin kenyang yang saya pikirkan,tapi tak tau efek sampingnya. Saya merasakan kelemahan makan mie instan hanya tidak tahan lama saja ¨cepat lapar¨,selain itu saya belum tau.

Mungkin yang mengalami hal seperti ini bukan hanya saya saja,banyak terjadi di kalangan pekerja-pekerja pabrik. Sebagai contoh teman saya,panggilannya Eni. Sebelum berangkat bekerja dia harus sarapan pagi dulu,dan mie instanlah alternatif yang di gunakan,karena yang di anggap mudah dan praktis menurutnya. Tidak perlu repot-repot masak yang macen-macem,cukup mie instan saja untuk mampu bertahan sampai istirahat kerja. Setiap pagi Eni berangkat kerja hanya sarapan satu bungkus mie instan,dan itu hanya bertahan hanya sampai jam instirahatnya.