“Pak Ari,kemaren siapa yang datang ke rumah saya malam-malam,Pak Ari bukan ?”,tanya Pak Tajib pada Pak Ari Subowo saat beliau berkunjung ke kantor Indipt Kebumen selasa 6 Mei 2008 malam. ” Kapan ?”,sahut Pak Ari. “Itu,yang semalam nyate kambing bareng Dariman.!!”,lanjut Pak Tajib. ” Kapan ah !!,ngaco !!,saya tu baru pulang dari Jogja,masa saya nyate kambing bareng Dariman,nyate keong sih iya,itupun beberapa hari yang lalau. Kalau yang semalam bukan saya.”,menjelaskan pada Pak Tajib. “Lah !!!,yang kerumahku semalam bukan Pak Ari ?,lalu siapa ?,namanya aja sama “Ari”.”,tegas Pak Tajib pura-pura tidak tau. “Ooooo….,adikku paling…!,semalam adiku memang pamit mau pergi sama Dariman.”,jelas Pak Ari.

Sebenarnya Pak Tajib sudah tau yang sebenarnya,kalau semalam yang datang ke rumahnya adalah adiknya Pak Ari dengan Dariman. Pak Tajib hanya bercanda pada Pak Ari,untuk menyambut kedatangannya ke kantor Indipt Kebumen. Memang sama-sama Ari nama depannya. Namun belakangnya yang beda. Kakaknya Ari Subowo,sedangkan adiknya Ari Susanto.

Tidak hanya kembar siam yang bikin bingung,kembar nama depan juga membingungkan. Kembar nama yang merasakan kebingungan adalah pemilik nama,sedangkan kembar siam yang merasakan kebingungan orang yang memandang mereka.