“Besok hari jum’at “9 mei 2008” !!!!!!,tapi sampai malam ini belum ada pemberitahuan ya…!!?. Biasanya…..,sebelumnya ada kabar pemberitahuan lebih lanjut.,tapi,sampai detik ini belum ada kabar buat acara besok pagi “sekolah jum’at”.  Kira-kira besok tempatnya di mana ya ?,apa di tempatnya Romo Slamet,apa masih tetap di kantor Indipt ya ?. Biasanya sih di kantor Indipt,tapi,siapa tau pingin suasana yang berbeda. Apa di tempatnya Romo Slamet,seperti waktu pertama kali sekolah jum’at di adakan. Atau mungkin pingin di tempat yang lain,seperti di KMN misanya. Bisa jadi kan tempatnya pindah,atau memang tempatnya tetap di kantor Indipt,sehingga tidak ada pemberitahuan lebih lanjut.”,pertanyaan hati penulis penuh tanda tanya. Mungkin pertanyaan tersebut juga di rasakan temen-temen. Karena setiap menjelang hari jum’at selalu ada pemberi tahuan lebih lanjut.

“Jika benar jum’at besok bertempat di kantor Indipt,berarti malam ini tidurnya jangan terlalu malam,supaya besok bisa bangun pagi-pagi untuk mempersiapkan sesuatunya. Tapi,tidak apa lah,besok kan ada yang membangunkan,saya kan sudah punya asisten kusus buat ngebangunin tidur. . Ternyata enak juga ya punya asisten. Pantesan jabatan papan atas sering jadi rebutan,ternyata seperti itu ‘punya asisten’. Enak sih,segala sesuatunya sudah ada yang menyiapkan.”,kelegaan hati penulis.

Kapan ya.. saya punya asisten ?,minimal sih asisten rumah ,lumayan kan…..bisa nyiapin sarapan pagi,kalau lagi males nyuci baju juga bisa nggantiin  nyuci . Tapi kapan ya………..?,harapan dan hayalan penulis.

Jika peranyaan teman-teman sama seperti di atas,kenapa tidak berfikir dewasa ?. Kenapa harus menunggu pemberitahuan ?. Kenapa tidak punya inisiatif ?. Kenapa harus di oprak-oprak “istilah jawa” ?. Toh itu kan untuk kebaikan diri sendiri,bukan untuk orang lain !!!!. Apa salahnya belajar.