Mendengar cerita temannya yang sudah bisa chating lewat HP,Lilis jadi ingin belajar chating,ingin bisa bagaimana caranya chating lewat HP. Beberapa hari kemudian Lilis menghubungiku lewat telepon selulernya. Dia tanya padaku,karena,anggapan Lilis saya bisa chatingan. Memang saya bisa chating,tapi kalau chating lewat HP saya kurang begitu paham,soalnya saya tidak pernah chating lewat HP.

” Mas,gimana sih…..?,katanya Mas Dariman bisa internetan,masa ga bisa chating.”,tanya Lilis padaku penuh merayu.
” Bisa,tapi kalau pake komputer.”,jawabku santai.
” Emang beda chating pake HP ma chating pake komputer,mas ?.”,tanya dia lagi.
” Ya jelas beda,program aplikasi komputer kan tidak sama dengan HP. Kalau mau chating pake HP,HPmu mesti di install dulu,install pake aplikasi yang mendukung buat chating. HPmu di install dulu sana,bawa ke konter. Bilang sama penjaga konter suruh ngasih program aplikasi buat chating. Tapi ingat,cari konter yang ada komputer sama internetnya,jangan konter biasa,soalnya kalau konter biasa biasanya tidak menyadiakan program aplikasi.”,saranku Pada Lilis lewat telepon genggam. Karena Lilis berada di kota Solo.

Beberapa hari kemudian Lilis menghubungiku lagi,tentunya lewat telepon seluler yang di gunakan beberapa hari sebelumnya.

” Mas.!!!.”,Lilis memanggilku.
” Ada apa lagi ?,sudah di install belum HPmu ?.”,tanyaku dalam telepon.
” Belum sempet Mas. Tapi ini Mas…..?.”, Lilis menunjukan keraguan untuk mengungkapkan perasaannya.
” Apa.”,sahutku di tengah keraguannya.
” Aku bikinin alamat email,aku belum punya alamat email. Bikinin ya Mas……..”,dia merayuku.
” Walah,sudah kepingin chatingan malah belum punya alamat email,gimana sih !!?. Gimana bisa chating kalau alamat emailnya aja belum punya.”,heranku padanya.
” Iya,nanti tak bikinin,nanti tak kasih tau lewat sms aja ya.?.”,tawaranku.
” Iya Mas,tapi jangan lama-lama.”,dia menawar padaku.

Telepon selulerkupun terputus. Hanya memerlukan beberapa menit saja alamat email sudah terbuat. Setelah mendapat email yang baru saja saya buat,tak lama kemudian alamat email tersebut tak kirimkan lewat sms,sesuai dengan kesepakatan beberapa waktu jam yang terlewatkan. Isi dalam sms tersebut sebagai berikut ” LIs,nih almt emailnya dah jd,gadis65@yahoo.com.klau dah bs kbr Q ya. Nnt chating ma Q.”,sengaja di tulis dengan tulisan yang di singkat.

Lama Lilis tidak memberi kabar padaku,akhinya terpaksa saya yang menghubunginya. Menggunakan telepon seluler merek siemen saya menghubungi Lilis,mencari informasi apakah dia sudah bisa chating apa belum.

” Lis,gimana ?,dah bisa chating belum.?.”,tanyaku padanya.
” Belum Mas,malah jadi males. Susah !,kayaknya ga jadi belajar chating deh !. Susah sih Mas.”,keluhan Lilis. Karena,sudah beberapa kali belajar tetap tidak bisa-bisa.
” Masa lemes kaya gitu ?,semangat dong,ayo semangat. Masa sudah di bikinin alamat email ga jadi di pake.”,suportku padanya.
” Males banget Mas,kayaknya…..ga lah Mas. Pusing.”,tambah Lilis.
” Kalau sudah ga mau ya sudah,terserah kamu saja. Ya,sudah ya. Sampai jumpa.”,saya mengakhiri perbincangan.

Memang benar omongan orang jawa . Semangatnya, “anget-anget tai ayam “,bahasa Indonesianya “hangat-hangat kotoran ayam”. Begitu besar semangatnya di awal-awal,ketika sudah lama,semangatnya malah hilang. Payah.