Seorang pemuda asal Jladri boleh di bilang sok tau  atau apa istilahnya terserah,yang penting seperti itu kira-kira. Dalam suatu hari dia di minta untuk membetulkan blender dan magic com. Dengan senang hati Dariman mengotak atik kedua barang elektronika tersebut,masalah bisa dan tidaknya tidak di pikirkan. Karena dirinya pernah sedikit mengenal barang-barang seperti itu,dengan percaya diri dia membongkar  kedua alat tersebut. Satu persatu dia bongkar,pertama dia membongkar  blender. Kenapa dia lebih dulu membongkar blender ketimbang magic com?. Karena dia pikir blender yang lebih susah perbaikannya. Tapi,setelah blender di bongkar ternyata tidak separah yang di bayangkan. Blender milik Mba Iin Kembaran,Kebumen. Kerusakannya hanya di bagian tombol on/off nya yang kebakar. Walau di lihat gampang,hanya membelikan saklar. Tapi,untuk mendapatkan saklar tersebut tidaklah mudah,tidak semudah membeli kacang di sebuah pertunjukan. Bahkan Kota segede Kebumenpun tidak dia dapati. Dariman bingung,mau mencari di mana lagi.padahal  dia  sudah keliling Kota Kebumen,apa karena dia baru beberapa hari tinggal di Kebumen,atau karena jarangnya barang tersebut.

Setelah blender,Dariman tinggal membongkar magic com. Di otak atik tu magic com,sampai di bolak-balik tetep aja belum ketemu bagaimana cara membukanya. Benar-benar kebingungan dia,membuka saja belum bisa,bagaimana dengan kemampuan untuk membetulkannya. Dari pertama membuka sudah kewalahan,sampai akhir membongkarpun tetap kewalahan. Yang pada akhirnya dia harus menyerah untuk masalah yang satu ini. Dari pengalaman yang dullu dia punya,isi dalam magic com tidak sesulit yang dia lihat saat itu. Setelah melihat isi di dalamnya berbeda,langsung menyerah diri,padahal pada prinsipnya sama,menggunakan element. Untuk menghasilkan panas,magic com hanya menggunakan element kering.

Dalam urusan service menyervice,Dariman jarang melakukan,bahkan malah tidak pernah. Tapi,dengan percaya dirinya dia berani membongkar mengobrak-abrik barang yang jarang dia pegang. Modal nekad,dia berani-beraninya melakukan hal tersebut. Hanya pengetahuan yang pas-pasan dia nekad memberanikan diri,walaupun bagaimana hasilnya nanti. Sering dia belajar dari hal-hal tersebut,tapi dia cukup serius untuk melakukan hal-hal yang harus dia lakukan. Dia tau apa yang harus di lakukan dan bagaimana cara berfikirnya. Kejadian-kejadian sering dia jadikan pelajaran hidup.