Hari pertama pelaksanaan sekolah 3 hari ini adalah melihat dan mengenal sapi  milik Pak Habib. Sebelum peserta di ajak keliling melihat-lihat semuanya, Mba Supra dari Indipt memberi sedikit prolog atau pengarahan bahwa  acara ini akan di pandu oleh Pak Habib sendiri. Sebelum Pak Habib mengajak peserta ke perkebunan, beliau mengenalkan sapi-sapi yang di peliharanya. Sapi yang di pelihara Pak Habib ada dua jenis sapi, yang di antaranya adalah sapi jenis Simental dan sapi jenis Elite Bull. Sapi Simental warna bulunya coklat berpadu putih, bentuk tubuhnya lebih  besar di banding dengan sapi-sapi biasa yang sering di pelihara warga desa yang berwarna putih “Sapi local”. Sedangkan sapi jenis Elite Bull, hampir sama dengan sapi jenis Simental. Tapi, untuk sapi jenis Elite Bull warna bulunya tidak berwarna coklat yang berpadu putih, namun berwarna hitam berpadu putih, tapi bentuk tubuhnya tetap sama seperti sapi Simental.

Untuk sekarang ini Pak Habib hanya memelihara 9 ekor sapi, itupun 5 indukan betina dan 4 diantaranya anakkannya. Untuk anakannya 2 jantan dan 2 betina yang masing-masing baru berumur 2 sampai 3 bulan. Dari 9 ekor sapi yang di pelihara Pak Habib, hanya satu induk sapi yang berjenis Elite Bull, yang lainnya adalah jenis sapi Simental.

“Dulu Pak Habib tidak hanya memelihara 9 ekor sapi, ada sekitar 30 ekor sapi jantan yang pernah di peliharanya bahkan lebih, yang semuanya adalah jenis sapi Simental.”. Di katakan Mas Udin ‘pengurus kandang sapi Pak Habib’. Kali ini Pak Habib memang sengaja tidak memelihara sapi jantan “penggemukan”,sekarang kandangnya di isi dengan sapi betina “untuk anakan”. Kenapa Pak Habib lebih memilih sapi jenis Simental?. Karena sapi jenis Simental pertumbuhannya sangat bagus, dimenejemen juga mudah, dan lebih mengluntungkan di banding dengan sapi local “jenis PO”.

Kandang sapi milik Pak Habib luasnya ada sekitar 20 meter persegi, yang di petak-petak  menjadi  6 bagian. Di antaranya adalah 3 petak kandang sapi, 1 petak untuk menampung makanan sapi “jerami kering”, 1petak ruang santai dan dapur, dan ada 1 petak lagi yang sedang di bangun yang rencananya untuk kamar tidur.

Setelah peserta di kenalkan pada sapi, Pak Habib mengajak peserta melihat pupuk yang terbuat dari kotoran sapi, yang letaknya masih di sekitar kandang. Pak Habib menyediakan tempat kusus untuk menampung kotoran sapi, yang nantinya akan di buat pupuk organik. Untuk cara pembuatan pupuk organik dengan bahan dasar kotoran sapi, akan di jelaskan hari berikutnya dengan praktek secara langsung. Hanya beberapa menit saja peserta bertahan di tempat pembuatan pupuk, mungkin karena peserta belum terbiasa dengan bau kotoran sapi yang begitu menyengat.

Setelah itu Pak Habib mengajak peserta ke perkebunan, yang letaknya tidak begitu jauh dari kandang sapi. Untuk lebih lanjutnya, akan saya tuliskan dalam tulisan berikutnya.