Dalam pelaksanaan sekolah 3 hari ini, setelah peserta mengenal sapi dan pemanfaatan limbahnya, di hari pertama Pak Habib melanjutkan mengajak peserta melihat perkebunan kates “pepaya” dan jagung miliknya, yang letaknya tidak begitu jauh dari kandang sapi. Kurang lebih 10 meter ke arah timur dari kandang sapi, peserta sampai di perkebunan kates “pepaya”. Ada sekita 300 pohon kates “pepaya” yang sudah berbuah, yang di tanam di lahan seluas sekitar 200 ubin di dua tempat yang berbeda. Pesertapun senang berada di tempat tersebut, di samping tempatnya yang sejuk peserta juga bisa menikmati langsung buah kates tersebut.

Di sekitar perkebunan kates “pepaya” milik Pak Habib, tidak hanya terdapat tanaman kates “pepaya”  saja, tapi ada beberapa tambahan tanaman di sekitarnya. “Selain tanaman kates “pepaya”, untuk memanfaatkan lahan pertanian, saya juga menambahkan beberapa jenis tanaman lain di sela-sela pohon kates “pepaya”. Seperti yang anda liahat sendiri, di sini ada tanaman rumput king gress  “rumput gajah”, ada tanaman cabai rawit, dan saya juga baru menanam pohon kelapa.”, di sampaikan Pak Habib di sela-sela peserta pelatihan saat melihat-lihat perkebunan kates “pepaya” milik beliau.

Dengan cara seperti itu “tumpang sari”, Pak Habib bisa lebih banyak mendapat keuntungan dari hasil pertaniannya, tentunya dengan perawatan yang baik. Untuk mencukupi kebutuhan 9 ekor sapi yang di peliharanya, Pak Habib tidak perlu mencari rumput jauh-jauh, bahkan membeli rumput untuk mencukupi kebutuhan pakan sapi, beliau cukup mendapatkan rumput king gress “rumput gajah” dari hasil tanamannya sendiri. Begitu juga dengan tanaman cabai yang di tanam di sela-sela tanaman kates “pepaya”. Walaupun hasilnya tidak begitu maksimal “tidak seperti tanaman cabai yang di tanam secara intensif perawatannya.”, itu cukup menambah pendapatan hasil pertanian Pak Habib.

Di sela-sela peserta melihat dan menikmati buah kates “pepaya”, beliau juga menunjukan tanaman jagung, yang kebetulan tempatnya berdampingan dengan tanaman kates “pepaya”. Beliau juga menerangkan bagaimana cara menanam dan merawat tanaman jagung yang baik, selain itu beliau juga memberitahukan bagaimana cara memilih bibit jagun yang bagus. Ada sekitar 100 ubin lahan Pak Habib yang di tanami jagung, itu baru yang di sekitar kandang sapi, sebenarnya masih banyak jenis tanaman yang berbeda dan tempatnya juga berbeda. Seperti tanaman padi dan kedele, yang bertempat di Desa Purbowangi,Buayan,Kebumen.