Sekolah Pertanian dan Peternakan (4): Makan siang di masjid

Usai peserta melihat berbagai jenis tanaman dan sapi milik Pak Habib, peserta kembali ke tempat pertemuan “di kandang sapi”. Karena waktu sudah menunjukan pukul 12.30 WIB, peserta di persilahkan istirahat untuk makan siang dan sholat dzuhur “bagi yang menjalankan”. Berhubung makan siang belum siap di hidangkan “karena ada sedikit kesalahan teknis dari tim dapur Pak Habib”, sambil menunggu, sebagian peserta ada yang membantu tim dapur dan ada juga yang ber-istirahat di Masjid, kebetulan jarak kandang sapi Pak Habib tidak begitu jauh dari Masjid Al-Huda.

Lama sekali menunggu yang di nanti-nanti “makan siang”, karena tim dapur belum juga selesai menyiapkan makan siang. Karena tidak sabarnya, ada peserta yang mendatangi dapur dan membawa masakan yang baru matang ke Masjid, walaupun baru nasi, krupuk, sambal kecap, dan sop yang baru di angkat dari kompor. Tak lama kemudian laukpun datang, dan makan siangpun di mulai secara rame-rame di serambi Masjid Al-Huda, walaupun makan siang sedikit mundur dari yang di jadwalkan sebelumnya dan peserta harus menunggu lama.

Setelah antri satu persatu mengambil jatah makanan mereka menyebar, ada yang masuk kedalam masjid, ada yang keluar dari masjid, dan ada juga yang tetap berada di serambi. Hanya ber-lauk telor dadar, ternyata nasi dua bakulpun habis.  Apa saking laparnya, apa karena kebiasaan dari rumah, apa memang nasinya yang sedikit, apa masakannya yang enak.

Karena waktunya sudah menjelang sore, setelah makan siang fasilitator dari Indipt mengajak peserta untuk merefleksikan hasil setelah melihat dan bertanya-tanya masalah pertanian dan peternakan Pak Habib.