Beajar pertanian dan peternakan (8): Diskusi dengan Masyarakat

Setelah seharian jalan-jalan melihat dan merefleksikan dari apa yang dilihat, setelah sholat Isa peserta berdiskusi dengan warga setempat, yang bertempat di serambi masjid Al-Huda. Hadir dalam acara tersebut Pak Mutilib “tokoh masyarakat sebgai pembicara”, Pak Saekhu “ta’mir masjid”, dan Pak Tohid “bagian keuangan indipt”. Diskusi ini difasilitasi oleh Pak Tajib dan mas Habib, dengan tema “umat islam harus bisa meningkatkan ekonomi”.

“Manusia tidak akan berubah tanpa ada kemauan diri untuk merubahnya.”, sepenggal mukodimah mas Habib, setelah acara di buka oleh Pak Saekhu. Apa yang di sampaikan mas Habib di benarkan Pak Mutolb, sebagai umat islam harus bisa meningkatkan ekonomi dan bisa merubah perekonomian lebih baik. Untuk mendorong terwujudnya perubahan tersebut, sebagai pemuda harus banyak belajar, bertanya, memahami, dan yang paling penting adalah mengamalkan ilmu yang sudah di peroleh.

Sebagai tokoh masyarakat setempat Pak Mutolib mendukung adanya belajar pertanian dan peternakan ini, menurutnya belajar ini sebagai bekal hidup bagi pemuda. Dan nantinya sebagai generasi penerus bisa meningkatkan perekonomian, minimal untuk kehidupan dirinya sendir. “Kegiatan ini sangat bagus, apalagi dengar-dengar nanti akan di adakan sekolah alternatif di Daerah kalian. Jadi, kalian bisa membantu dan mempraktekan langsung ilmu yang sudah di dapat dari sini.”, katanya.

Malam semakin larut dan sepertinya peserta sudah ngantuk, mungkin karena kecapean seharian jalan-jalan melihat pertanian dan peternakan mas Habib. Dipenghujung acara Pak Tajib hanya memberikan kesimpulan dari apa yang telah didiskusikan, yang kesimpulannya adalah: kita harus bisa merubah diri, baik merubah poa pikir ataupun merubah cara pandang. Banyak jalan dan cara untuk bisa berubah, tentunya dengan tekad dan kemauan yang tinggi.